Unduh Aplikasi

Unduh aplikasi YO-KULAK di Google Play Store

x

Hubungi Kami

Jl Basudewo 50 / Jl Bendungan Raya 50
Kec Semarang Selatan
Jawa Tengah 50245

[email protected]
0867 4159 6247
Media Sosial

YO-kulak.com

Waspadai 5 Hal Ini Dalam Bisnis Warung kelontong

Warung kelontong adalah salah satu jenis usaha favorit untuk usaha rumahan. Barang yang dijual ditoko kecil ini selalu dibutuhkan siapa saja, sehingga anda tidak pelru repot mencari pelanggan. Membuka toko kelontong memangg lebih sederhana jika dibandingkan membuka warung makan. Bisnis jenis ini tidak mengharuskan anda untuk melakukan proses pengolahan.

Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengambil barang untuk dijual kembali alias Kulak. Bahkan jika omset anda sudah cukup besar justru agen atau distributor produk yang akan mendatangi rumah anda untuk mengantarkan barang dagangan. Namun, ada 5 hal yang perlu anda waspadai dalam mengelola usaha warung kelontong, diantaranya adalah:

  1. Memberi kasbon, kasbon is too yesterday dijaman sekarang sepertinya jarang orang yang berani berhutang apalagi hanya di warung kelontong yang skalanya kecil. Namun tidak menutup kemungkinan anda akan menemukan pelanggan semacam ini. anda harus tegas dari awal jika memang tidak bisa memberikan kasbon di warung anda.
  2. Hindari kulakan berlebih, terutama jika anda belum memiliki gudang yang cukup besar untuk menyetok barang-barang. Kulak lah barang-barang yang sekiranya cepat laku, lakukan survey kecil mana saja barang-barang yang lebih sering dibeli oleh konsumen.
  3. Hindari sifat konsumtif ketika mendapat profil berlebih, seharusnya profit yang anda dapatkan untuk mengembangkan usaha anda lebih besar lagi. Memperluas toko misalnya, atau menambah rak untuk display produk, atau membuat listplang supaya toko anda semakin terlihat oleh tetangga anda.
  4. Lokasi yang berdekatan dengan warung modern, seperti super mini market yang kini semakin banyak mereknya dimana-mana. Mereka adalah inovasi baru dari warung rumahan yang ada, namun tetap dibawah korporasi. Ada baiknya juga jika kita meniru apa yang mereka lakukan misalnya dalam penataan produk, sistem keamanan, keuangan dan sebagainya. Namun tetap kita yang mengelola warung kita sendiri, Improvise, adapt, overcome.
  5. Tertutup dengan segala informasi yang ada, jadilah terbuka agar kita bisa melakukan penyesuaian untuk usaha kita. Seperti kemunculan Yo-Kulak misalnya, yang hadir dengan menawarkan cara baru dalam kulakan. Dengan cara yang mudah, murah, dan cepat bisa dilakukan dirumah sambil menunggu warung anda. Barang pesanan anda akan dikirimkan langsung oleh kurir tanpa biaya tambahan. Menarik dan cukup efisien bukan?